Setelah Menikah

10:24

Assalamualaikum Wr wb.

Dari kecil sebenarnya saya suka sekali nulis dan membaca, berawal dari nulis buku diary sampai akhirnya membuat blog ini. Dulu hobi juga ke toko buku atau ke perpustakaan kota buat meminjam buku atau hanya sekedar melihat-lihat buku apa yang baru. Tapi hobi itu sekarang mulai memudar... Blog ditinggal begitu saja (nulis terakhir Oktober 2016, dan ini postingan satu-satunya di tahun tsb), dan otomatis juga tidak pernah blogwalking ke blog temen-temen blog lainnya.

So well, karena beberapa hari belakangan ini siswa-siswa saya disibukkan UAS (Seminggu totally free) akhirnya saya isi dengan kegiatan browsing-browsing cari artikel atau review produk kecantikan. Dan mulai deh membaca dari blog satu ke blog lainnya, yang dibaca pun random, gak cuma soal dunia permake-upan tapi juga soal kehidupan (eciee...). Mulai dari situ hasrat menulis muncul kembali, dan semoga bukan sesaat. Hahaa...

Jadi..... (langsung saja). Tanggal 21 Juli 2017 kemarin Alhamdulillah dengan kemantapan hati saya menikah dengan Mas Mahfud (postingan sebelumnya pernah saya singgung). Sampai sekarang berarti sudah berjalan 4 bulan, dan Alhamdulillah saya sangat bahagia. Kalau kata kami berdua, kami itu lagi masa-masa pacaran Pasca Menikah, maklum 2 tahun ini memang kami LDR-an (Malang - Jepang).





Menikah itu kata orang ibarat kita seperti berlayar, kadang kondisi tenang, kadang juga bergelombang bahkan disertai badai. Dan terkadang kita juga bingung arah mana yang akan kita tuju. Daaaan filosofi itu bener banget, dari awal menikah sampai sekarang kita merasakan kebahagiaan tiada tara. Siapa sih yang nggak bahagia kalau hari-hari kita selalu ditemani sama orang yang kita cintai? Dan walaupun kami sedang bahagia, kami juga merasakan mulai muncul masalah-masalah di kehidupan berumah tangga kami. Masalah-masalah yang mungkin umum dijumpai pada pasangan yang baru menikah, seperti masalah yang muncul karena keegoisan masing-masing, mulai tahu kebiasaan buruk pasangan, belum terbiasa dengan peran baru, dan lain-lain. Yang paling sering sih kalau saya sendiri adalah belum terbiasa dengan peran baru, seperti kalo sudah jadi istri itu sebisa mungkin memasak tiap hari,buatin kopi/teh ketika suami pulang kerja, dan sekarang sudah punya rumah sendiri tidak tinggal sama orangtua dan tidak nge-kost, jadi harus sesering mungkin beres-beres rumah. Hal-hal inilah yang sering saya masih kelupaan atau agak malas melakukannya tiap hari. Tapi memang semuanya butuh proses untuk menjadi "terbiasa". Dan saya yakin Mas Mahfud juga masih membiasakan diri dengan kehidupan barunya. Kita sama-sama berusaha yaaa ;)







.
Ini masih permulaan, kami tidak akan tahu badai seperti apa yang akan kita temui di perjalanan ini. Selama kami berkomitmen saling percaya, saling jujur dan saling bekerja-sama Insya Allah dengan doa yang terus terpanjat di setiap Sujud, kami bisa melalui nya dengan baik, Bismillah. Kami juga masih dalam tahap belajar, belajar mengenali kebiasaan dan karakter satu sama lain. Belajar sesuai peran masing-masing, menjadi seorang istri dan seorang suami yang baik.

Terimakasih, akan sangat senang sekali kalau kamu mau berkomen di bawah ini ^^

0 comments

Ayooo tinggalkan komen...

Popular Posts

Follow my Instagram