DIARY...

11.03


Diary...
Penting gak sih orang punya Diary? Kalo menurut aku pribadi sih gak begitu penting, tapi gak ada salahnya punya. Itung-itung buat numpahin unek-unek ke dalam tulisan ketika sahabat lagi gak ada, ato buat dokumentasi kejadian-kejadian menarik supaya nantinya tetep inget terus dan dapet mengambil hikmah dari kejadian2 itu. Dan bakalan lucu banget kalo beberapa tahun (misal 10 tahun kemudian) kita baca lagi tulisan kita. Kayak bernostalgia dengan masa kecil kita. Aku udah dari SD punya diary (yang beberapa kali kecolongan dibaca ma kakakku). Aku inget banget tulisan pertamaku di diary, aku nulis kalo aku pengen punya seekor kucing (dan anehnya beberapa hari setelah aku nulis itu di diary, ada anak kucing yang nyasar di depan rumah).



Umumnya para cewek yang punya buku harian ini. Karena cewek lebih memerlukan diary dibanding cowok. Kenapa??? karena pada umumnya, cewek tuh lebih emosional,perasa, dan ekspresif dibandingkan ma cowok dalam ngunggkapin perasaan mereka. Liat aja di toko2 alat tulis, sebagian besar diary didesain untuk selera para cewek. Misalnya warnanya pink dengan hiasan bunga2an, ato bentuk hati. Ada juga yang dilengkapi dengan gembok plus kuncinya... Kalo buat cowok, mmmh.. aku gak pernah tau sih diary cowok tuk kayak gimana. Mungkin diary mereka (kaum cowok) itu kayak notes yang bentuknya lebih sederhana dan super simpel.


Curhat juga gak harus di dalam diary, ada orang yang numpahin perasaannya dengan ngrekam suaranya di sebuah recorder (ada film korea yg tokoh utamanya ngelakuin hal ini, tapi aku lupa apa judulnya), ato ada juga diary yang berbentuk lain seperti dengan media komputer (notepad, ms.word ato aplikasi yang khusus untuk diary). Kalo jaman sekarang mungkin lebih populer orang-orang mempunyai sebuah blog. Mereka nyritain hal-hal yang mereka alami ke dalam blog. Ato bisa juga kita curhat lewat facebook ato twitter (kalo ini namanya mah bukan curhat, tapi broadcast). Oiyaa..bisa juga kita curhat ma binatang peliharaan, kayak ikan, kucing ato anjing. Pokoknya banyak banget deh cara kita buat curhat...
Buat orang yang susah buat mercayain rahasianya ke orang lain, penting banget nih punya sebuah diary. Ada yang bilang, sebagian besar orang yang bunuh diri tuh dia selalu memendam masalahnya sendiri. Makanya sering-sering lah kita curhat, biar kita terhindar ma niat buat bunuh diri (lhooo?!). Diary tuh emang temen setia yang gak pernah ember mbocorin rahasia kita ke orang lain, kecuali diary kita diem2 dibaca ma orang. Dia gak pernah ngamuk kalo kita marah-marah ke dia, gak pernah komplain kalo kita nyorat-nyoret ato nyobek halamannya. Bersyukurlah kita karena diary tuh benda mati... Kebayang gak sih kalo diary kita kayak bukunya Tom Ridlle ( harry Potter & the Chamber of secret)... Yang bisa jawab semua pertanyaan kita.. Hihihihiii....


Pernah denger gak buku "The Diary of Young Girl Anne Frank"?? Buku ini ditulis oleh Anne Frank, dan pernah mengguncang dunia sejak diterbitin tahun 1952. Karena buku tsb berisi jeritan hati, penderitaan hati dan kesengsaraan fisik seorang gadis belia yang ketakutan menghadapi pembantaian bangsanya (Yahudi), yang dilakukan oleh kelompok Nazi (Adolf Hitler). Gadis Belia itu adalah Anne Frank sendiri. Buku ini diangkat dari buku harian Anne Frank langsung lho... Anne Frank lahir tgl 2 Juni 1929 di Frankfurt, Jerman. Pada tahun 1934 Anne di bawa orang tuanya merantau ke Belanda untuk menghindari pemerintahan Hitler. Tahun 1940 Jerman berhasil menduduki belanda, dan aksi Nazi semakin memanas dan memburuk . Mereka bersembunyi di sebuah loteng dari gedung 'annex' di Amsterdam. Anne sering mengungkapkan keadaan pada waktu itu ke dalam buku notesnya, sesuai dengan pengamatan gadis belia. Dia juga menulis keadaan keluarganya, teman-temannya, para tetangganya dan sebagainya. Keluarga Frank bersembunyi di annex selama 2 tahun, tentu saja tinggal di ruangan semacam itu tidak nyaman dan muram.


Kemudian mereka menjalani hidup di kamp konsentrasi di Bergen-Belsen. Selama di kamp inilah Anne menderita sakit tipus yang sangat serius dan akhirnya meninggal dalam usia belum genap 16 tahun. Ayah Anne, Otto Heinrich Frank termasuk orang yang selamat dalam pembantaian Nazi. Ia kembali ke Amsterdam setelah Perang Dunia II selesai tahun 1945. Kemudian, ia berinisiatif menerbitkan diary dari Anne Frank ke dalam bahasa Ingris yang berjudul "The Diary of a Young Girl: Anne Frank. Buku ini kemudian mengguncang dunia.

Dari kisah Anne Frank tadi, membuktikan kalo diary kita juga bisa menjadi story yang menarik. Yang paling penting, kalo kita nulis diary berusaha untuk jujur, jujur tentang perasaan kita, tentang anggapan kita ke orang, dan yang paling penting kita harus jujur ke diri sendiri. Sebenernya diary lah yang bisa menunjukkan siapa dan bagaimana kita sebenarnya...

Terimakasih, akan sangat senang sekali kalau kamu mau berkomen di bawah ini ^^

2 komentar

Ayooo tinggalkan komen...

Popular Posts

Follow my Instagram